Tim Oscar Tabarez perlu menemukan konsistensi untuk meloloskan mereka di kualifikasi jika mereka ingin lolos dari grup A yang ketat dan menikmati Piala Dunia terbaik mereka sejak menggapai semifinal pada tahun 1970. Pertandingan kualifikasi mereka selalu naik-turun, sebagaimana mereka telah berada di lingkaran sebelumnya di satu dekade, dengan Uruguay harus memainkan partai play-off untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Mereka bermain baik melawan tim bagus Brasil kandang dan tandang, tapi keduanya kalah-dengan kekalahan 4-0 di Montevideo karena perbedaan di kiper, kiper Brasil Julio Cesar bermain sangat luar biasa, sedangkan Sebastian Viera memberikan tim tamu gol pembuka setelah tim Uruguay bermain terbuka untuk dapat melakukan serangan balik cepat karena mereka ingin kembali kepertandingan lagi. Dengan negara yang menghasilkan Ladislao Mazurkiewicz terhebat, posisi kiper adalah posisi terlemah untuk Tabarez.
Tapi mereka kurang berkesan ketika mereka pergi ke Lima untuk bermain dengan tim papan bawah Peru bulan September dan kalah 1-0. Tim Tabarez menebus kekalahan mereka dengan menang melawan Kolombia di kandang sendiri tapi setelah itu mereka menang lagi di Ekuador untuk terus bersaing. Pelatih – berdasarkan pengalamannya membawa Uruguay ke Italia 1990 – berharap, karena mengalami masa sulit di kualifikasi, para pemain harus mengerti bahwa mereka bisa bermain sepakbola dengan bagus untuk mengatasi periode-periode sulit dalam pertandingan dibandingkan dengan kebiasaan orang Uruguay yang menarik daya juang para Charrua Indian mereka.
Tabarez melihat babak penyisihan grup tidak lebih beda dari babak kualifikasi tapi ia percaya para pemain menyadari perbedaan penting dan akan menyita situasi. Selain kiper, lini tengah mereka juga area yang rawan. Nicolas Lodeiro muncul menjadi pilihan berkelas sebagai kreasi keitka ia menginspirasikan Nacional meraih gelas musim lalu tapi ia tidak terlihat aksinya dengan Ajax sejak pindah ke Belanda dan kurangnya praktis pertandingan mengkhawatirkan Tabarez. Akan tetapi, karena Lodeiro adalah bagian dari perkembangan di bawah Tabarez dalam lingkaran empat tahun, telah menjadi pemain kunci di tim U-20 Diego Aguirre, ia akan diberikan setiap kesempatan dalam periode persiapan memastikan daftar skuad 23 pemain.
– sumber: World Soccer Indonesia (Juni 2010)
Pelatih Uruguay: Oscar Tabarez
Skuad Tim Uruguay: Kiper: (1) Fernando Muslera, (12) Juan Castillo, (23) Martin Silva Belakang: (2) Diego Lugano, (3) Diego Godin, (4) Jorge Fucile, (6) Mauricio Victorino, (16) Maximilliano Pereira, (19) Andres Scotti, (22) Martin Caceres Tengah: (5) Walter Gargano, (8) Sebastian Eguren, (11) Alvaro Pereira, (14) Nicolas Lodeiro, (15) Diege Prez, (17) Egidio Arevalo, (18) Ignancio Gonzales, (20) Alvaro Fernandez Depan: (7) Edinson Cavani, (9) Luis Suarez, (10) Diego Forlan, (13) Sebastian Abreu, (21) Sebastian Fernandez

Posted in
Tags: 