Mungkin Swiss terkenal dengan jam dan ketepatan yang cermat, tapi setidaknya dalam kasus Piala Dunia 2010, waktu belum berpihak kepada mereka. Beberapa pemain top mereka baru saja cedera atau mengalami kemunduran dalam permainannya, turnamen ini mungkin terlalu terlambat bagi beberapa pemain yang lebih tua dan masih terlalu dini untuk mendaftarkan pemain dari tim yang mungkin telah mengejutkan semua orang dengan memenangkan kejuaraan dunia Under-17 di Nigeria tahun lalu.
Alexander Frei, rekor nasional dengan 40 gol di 73 peertandingan, dan bek kiri, Christoph Spycher, keduanya berjuang untuk tetap sehat, sementara bek tengah, Johan Djourou, hampir pasti keluar dari tim setelah menjalani operasi lutut pada bulan September lalu. Sementara Frei dan rekan penyerangnya, Blaise Nkufo, keduanya berusia tiga puluhan, pelatih Ottmar Hitzfeld juga telah memutuskan bahwa bintang muda pada kejuaraan Under-17 seperti Ben Khalifa Nassim, belum siap untuk melompat ke panggung besar. Bahkan Xherdan Shaqiri yang berusia 18 tahun, juga merupakan pemain yang menjanjikan, membutuhkan lebih banyak waktu, dan belum pernah bermain di pertandingan internasional yang kompetitif.
Hitzfeld membuat namanya dikenal dengan memenangkan gelar kesuksesan di Borussia Dortmund dan Bayern Munich, tapi sekarang menghadapi masalah yang sama seperti rekan Honduras dan Chili-nya. Dengan klub lokal hanya menawarkan keuangan yang rendah, banyak pemain top Hitzfeld tersebar di Eropa, dimana mereka berjuang untuk mendapatkan pertandingan internasional. Philipp Degen baru bermain di pertandingan Liga Premier sejak bergabung dengan Liverpool dua musim lalu, dan bek kunci, Philippe Senderos, jatuh di Arsenal, dipinjamkan ke Milan dan Everton, dimana ia menderita cedera pinggul.
Reto Ziegler, yang bergabung dengan Tottenham Hotspur sejak remaja, dan Johan Vonlanthen, yang menjadi pemain termuda yang mencetak skor di Kejuaraan Eropa pada tahun 2004, telah melihat karir mereka menurun setelah dilempar dari klub ke klub. Untuk itu, Swiss tentu memiliki kesempatan untuk mengikuti Spanyol melalui grup mereka. Hitzfeld, yang kualitas kepemimpinannya pernah dikutip sebagai contoh untuk pemimpin bisnis Jerman, adalah seorang pengkampanye yang licik dan perencana yang teliti. Timnya menunjukkan karakter ketika mereka bangkit kembali dari kekalahan 2-1 oleh Luksemburg di kandang sendiri pada awal kualifikasi untuk memenangkan lima pertandingan mereka berikutnya – masing-masing mencetak dua gol. Banyak yang merasa bahwa Swiss, dengan populasi lebih dari tujuh juta penduduk, dimana sepakbola harus bersaing dengan hoki es dan ski Alpen dalam hal mendapatkan perhatian, akan cukup bahagia hanya dengan ikut ambil bagian di turnamen besar mereka yang keempat. Tapi, jangan pernah berpikir untuk mengatakan hal itu kepada Hitzfeld.
– sumber: World Soccer Indonesia 2010
Pelatih Swiss: Ottmar Hitzfeld

Posted in
Tags: 