Cristiano Ronaldo tersenyum saat mengemukakan alsannya mengapa dia tidak mencetak gol saat kualifikasi, “Saya menyimpan gol-gol saya untuk Piala Dunia.”
Tidak ada keraguan kalau pemain termahal di dunia saat ini, harus bisa menemukan kembali insting mencetak golnya untuk tim nasional, jika mereka berhasil lolos dari babak penyisihan grup yang berat. Paceklik gol Ronaldo tentu saja membuat cemas para fans. Banyak di antara mereka yang tidak mengerti mengapa dia harus berjuang sebegitu kerasnya dengan Sellecao das Quinas. Sebagian bahkan mengkritik kapten mereka itu, sampai-sampai menuduh dia tidak berusaha cukup keras jika bermain untuk negaranya.
Hal ini sungguh tidak adil. Seperti pemain Portugal lainnya, dia juga berjuang sampai terengah-engah di semua tujuh pertandingan yang mengantar mereka ke Piala Dunia – bahkan bisa dibilang dia berusaha terlalu keras. Sebagai kapten, Ronaldo berusaha menjadi teladan. Dan mungkin tekanan konstan yang harus dihadapinya, telah mempengaruhi permainannya. Fakta lain yang harus dicacat adalah: saat bermain untuk Portugal, Ronaldo jarang sekali mendapat kesempatan untuk mengembangkan permainan dan bersinar. Begitu dia mendapat bola, dia akan dikepung dua, bahkan tiga pemain bertahan lawan, dan – terima saja kenyataan – dia mungkin memang pemain dengan bakat istimewa, namun bintang Real Madrid itu, bukan Superman.
Mengeluarkan potensi terbaik Ronaldo, adalah salah satu tantangan yang dihadapi Carlos Queiroz. Banyak pihak di Portugal yangjuga menyalahkan Queiroz atas penampilan kaptennya, karena dia bersikeras untuk memainkan Ronaldo di tengah, sementara mayoritas pendukung, merasa dia lebih efektif sebagai sayap.
Queiroz memang tidak pernah mendapatkan persetujuan penuh dari Portugal sejak penunjukkannya sebagai pelatih tahun 2O08. Meskipun tim nasional menang lima kali berturut-turut di akhir babak kualifikasi, masih banyak pihak yang percaya dia bukan pelatih yang tepat untuk negara mereka di piala Dunia. Mereka belum bisa melupakan penampilan dan hasil buruk pada pertandingan persahabatan baru-baru ini, seperti ditahan Albania O-O di kandang, dan dipecundangi 6-2 saat menyambangi Brasil.
Ketidakpastian yang menyelimuti pemain terbaik Portugal dan pelatihnya, membuat suporter tidak mau berharap banyak di Afrika Selatan. Mereka bahkan pesimis Portugal bisa mengulang sukses mereka bisa lolos sampai babak delapan besar. Namun jika Christiano Ronaldo berada pada performa terbaiknya, apapun mungkin terjadi…
– sumber: World Soccer Indonesia (Juni 2010)
Pelatih Portugal: Carlos Queiroz

Posted in
Tags: 