Profil Tim Jerman

Sepertinya fans Jerman memiliki rasa percaya diri yang tinggi sehubungan keberadaan tim mereka di Afrika Selatan. Dalam sebuah pooling pada majalah populer Kicker, 75 persen dari para responden berpikir bahwa tim mereka setidak-tidaknya, akan dapat mencapai semifinal dan sisanya dengan optimistis, meramalkan Michael Ballack akan dapat mengangkat trofinya. Optimisme tersebut dapat dengan mudah dipahami. Di catatan sejarah final Piala Dunia, Jerman termasuk dalam jajaran tim yang berprestasi – tiga kali menjadi juara, empat kali menjadi runner-up dan tiga kali di posisi ketiga – dan dalam hal persiapan sebelum memasuki turnamen, disiplin taktis, dapat berpikir dengan kepala yang dingin dalam keadaan terdesak dan kemampuan yang luar biasa untuk menciptakan kemenangan dari mana saja. Selain itu, mereka juga memiliki sedikit, jika ada, saingan.

Namun, seberapapun mengesankannya mereka, tidak ada yang mungkin bisa secara tegas menggambarkan bahwa hal yang terjadi di lapangan, merupakan sebuah kegembiraan. Penampilan Jerman yang membosankan dalam kekalahan persahabatan 1-0 melawan Argentina pada bulan Maret, memicu kemarahan dan kekecewaan di Allianz Arena, Munich, dan kini, media dipenuhi dengan kisah-kisah yang negatif — kebanyakan berhubungan dengan sejumlah penampilan internasional yang tidak dapat dikatakan baik (Ballack, pemain pertahanan; Serdar Tasci, dan penyerang Lukas Podolski, tiga di antaranya) atau tidak secara reguler bermain untuk klub mereka (penyerang Bayern Munich, Mario Gomez dan Miroslav Klose).

Bundestrainer Joachim Low yang dulunya dianggap sebagai pengarah strategis yang jenius semakin banyak dikritik. Ada pendapat yang menyatakan, meskipun cenderung sepihak, bahwa ia lebih menyukai para pemain yang berasal dari daerah asalnya di Tenggara, sementara yang lain tetap berusaha menyerangnya dengan pernyataan bahwa ia tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk memilih pemainnya – dalam hal disingkirkannya ksatria lapangan tengah Werder Bremen, Torsten Frings.

Tidak dapat disangkal, pendapat publik telah berbalik dan secara tajam menyerang Low, sejak pecahnya pembicaraan mengenai perpanjangan kontraknya yang kontroversial pada awal tahun ini. Baik FA Jerman maupun beberapa surat kabar tidak berkeberatan untuk menggambarkan Low dan manajer timnya, Oliver Bierhoff, sebagai manusia yang gila akan kekuasaan dan harta – dan, meskipun tidak dapat dipastikan kenyataannya, namun hal itu belum juga dapat diredakan.

Meskipun Nationalmannschaft tetap memperoleh kepercayaan yang tinggi, seolah telah menjadi nama yang melegenda, namun penghormatan yang sama tidak terjadi kepada setiap individu di dalamnya seperti Low, Bierhoff, Presiden FA; Theo Zwanziger, dan para pemilik bintang-bintang berprofil tinggi lain yang berada di sana. Sebuah ketidakpuasan dapat dipastikan muncul dan satu-satunya pertanyaan yang ada hanyalah: bagaimana respon yang ditunjukkan oleh tim ini terhadap kemunculan masalah tersebut? Akankah mereka akan tetap tampil prima, seperti yang biasanya mereka tunjukkan pada masa-masa tersebut, ataukah mereka akan terjerat di dalamnya?

– sumber: World Soccer Indonesia (Juni 2010)

Pelatih Jerman: Joachim Low

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Topik yang berhubungan dengan artikel "Jerman" adalah sebagai berikut: jerman, MajalahPopuler, gambar jerman, Joachim Loew berasal darimana?, hal yg berhubungan tentang piala dunia, jerman piala dunia, profil bintang piala dunia jerman, profil pelatih german sekarang, riwayat pemain germany Michael Ballack. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda semua, ya? :)

Powered by WordPress | Compare Credit Card Deals at iApplyForCreditCards.com | Thanks to BestInCreditCards.com, Video Game Music and Get Six Pack Abs