Profil Tim Australia

Berjalan melewati bandara manapun di Australia, Anda akan melihat papan reklame bertuliskan “Datanglah ke Piala Dunia bersama Qantas Socceroos”, atau kata-kata serupa. Hal tersebut, menjadi penanda bahwa waktunya telah tiba, ketika masyarakat Australia, yang sebelum Piala Dunia lebih menyukai olahraga lain, tiba-tiba terbius oleh sepakbola – atau setidaknya oleh sebuah turnamen besar dibandingkan The Ashes (pertandingan kriket), pertandingan rugbi antara Wallabies dan All Blacks, atau Final Liga Sepakbola Australia (AFL). Negara tersebut akan menunjukkan kegilaan terhadap Piala Dunia bulan Juni nanti, seperti yang terjadi selama Piala Dunia 2006 di Jerman ketika 12 juta penduduk Australia – dari total 2l juta penduduk – menyaksikan kompetisi tersebut. Dan mereka melakukannya meskipun pertandingan dimulai pukul 2.30 dan 4.3O pagi, di pertengahan musim dingin.

Namun, meskipun pengharapan mereka masih besar tahun ini, kepercayaan diri mereka tidak sama besarnya. Skuad Australia hampir sama seperti ketika mereka bermain di Jerman dan berhasil melaju ke babak selanjutnya. Namun itu empat tahun lalu, dan sekarang, mereka sudah tidak dilatih oleh Guus Hiddink, yang didewakan oleh Australia atas peraihannya di tahun 2006. Pembagian grup juga menjadi kekhawatiran tim. Jerman, Ghana dan Serbia adalah lawan- lawan yang lebih berat dibandingkan Brasil, Jepang dan Kroasia pada Piala Dunia 20O6.

Yang juga menjadi kekhawatiran adalah: urutan pertandingan dimana Australia akan menghadapi Jerman di pertandingan pertama; tim yang tak dapat diduga, Ghana, pada pertandingan kedua; dan tim yang paling mengerikan, Serbia, pada pertandingan terakhir. Hal ini tidak lebih bagus dibandingkan ketika melawan Jepang pada pertandingan pertama empat tahun lalu – pertandingan yang dimenangkan Australia, yang membuat mereka lebih tenang dan percaya diri. Kali ini mereka harus menghadapi Jerman. yang tidak pernah memiliki catatan kekalahan di pertandingan pertama.

Lapis pertama tim Australia akan terbentuk. Para pemain hampir seluruhnya adalah pemain yang bertanding pada Piala Dunia 2005, tanpa Mark Viduka, yang memang belum secara resmi mengundurkan diri, namun sedang beristirahat. Pemain-pemain abadi seperti Mark Schwarzer, Tim Cahill dan Harry Kewell (sekarang bermain di klub Turki), akan menjadi tulang punggung harapan Australia. Pemain-pemain Blackburn Rovers, Brett Emerton dan Vince Crella, juga akan bergabung, begitu juga dengan pemain Dynamo Moscow. Luke Wilkshire, pemain luar biasa yang sejak tahun 20O6 dipindahkan menjadi pemain sayap belakang.

Namun harapan Australia, yang lebih besar dibandingkan Piala Dunia lalu, akan bergantung pada kekuatan tim, sebuah kekuatan yang datang dengan kemampuan terbaik. Secara psikologis mereka tidak akan memainkan lapis kedua dan berharap akan dapat mengejutkan lawan. Membawa Australia menuju babak 16 besar dan melawan Inggris adalah prospek harapan semuanya. Mereka akan menyukainya.

– sumber: World Soccer Indonesia (Juni 2010)

Pelatih Australia: Pim Verbeek

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Topik yang berhubungan dengan artikel "Australia" adalah sebagai berikut: australia di piala dunia 2010, jadwal pertandingan wallabies, mark viduka sekarang main dimana?. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda semua, ya? :)

Powered by WordPress | Compare Credit Card Deals at iApplyForCreditCards.com | Thanks to BestInCreditCards.com, Video Game Music and Get Six Pack Abs